Bentuk Buket Bunga Pengantin vs Bentuk TubuhMengapa pengantin membawa sebuah buket bunga di hari pernikahan? Tradisi asli jaman dahulu, bunga digunakan oleh pengirim untuk menyampaikan pesan tersirat atau bersifat rahasia. Dikarenakan pada jaman dahulu, saat zaman Ratu Victoria memerintah Britania Raya pada abad ke – 18, terdapat tata cara sosial atau etiket yang secara tidak tertulis harus ditaati antara sesama bangsawan kelas atas.

Sebenarnya penggunaan bunga untuk menyampaikan pesan telah digunakan di Persia dan Timur Tengah. Tetapi pada masa Victoria, penggunaan bahasa bunga untuk mengirimkan pesan telah mengalami perkembangan dan perluasan makna sehingga ada kamus bunga yang diterbitkan pada zaman tersebut. Kamus yang berisi arti dari berbagai tanaman dan bunga disebut Floriography.

Contoh-gambar-bunga-tangan-pengantinPenggunaan bunga sebagai tradisi untuk mengekspresikan pesan menyebar ke Inggris selama Era Victoria, sehingga ada kamus yang dicetak pada tahun 1819. Berjudul Le langage des fleur yang ditulis oleh Charlotte de Latour, penulis berkebangsaan Perancis. Buku ini terkenal di Britain dan Amerika. Pada tahun 1869, Flora Symbolica yang ditulis John Ingram diterbitkan saat puncak Era Victoria yang tidak hanya berisi makna seratus bunga tetapi juga terdapat etiket dalam memberikan bunga yang benar untuk menyajikan pesan yang dimaksudkan.

Masyarakat kelas atas menunjukkan kekayaan mereka dengan membuat rangkaian bunga yang besar dan mewah. Kegiatan itu sering diciptakan oleh wanita sosialita kelas atas di rumah sebagai kegiatan mingguan, begitu juga untuk anak – anak perempuan mereka. Kegiatan mendesain bunga ini diakui sebagai bentuk ekpresi seni. Mulai dari itulah tussie – mussie bouquets, nosegay bouquets pertama kali diperkenalkan.

Beberapa bunga yang berbeda bisa memiliki arti yang sama. Dan di saat yang sama, bunga dapat memiliki arti yang berlawanan berdasarkan bagaimana cara bunga tersebut disajikan atau dikombinasikan dengan bunga lainnya.

Pada era Victoria, pelamar yang melamar seorang gadis akan diberi jawaban lewat bunga. Tussie – mussie bouquet menjadi penentu apakah pelamar akan mendapatkan kebahagiaan dan penerimaan. Apabila tussie – mussie bouquet digerakkan ke bawah, maka terjadi tanda penolakan.

Tidak hanya bunga tertentu yang memiliki makna, tetapi warna juga menyatakan variasi dalam niat atau emosi. Bahkan saat ini, mawar merah dikatakan sebagai ekspresi gairah cinta atau cinta sejati, mawar merah muda adalah tanda kasih sayang yang hangat, mawar putih dikaitkan dengan kemurnian, dan mawar kuning dengan dikaitkan persahabatan. Bunga dan maknanya telah berubah sepanjang tahun karena banyak makna aslinya yang terlupakan. Perbedaan budaya dan bahkan wilayah regional mempengaruhi makna bunga.

Tussie – mussie juga disebut nose bouquet. Biasanya terdiri dari tumbuh – tumbuhan yang harum didesain melingkar dengan bunga tunggal di tengah. Kebiasaan berkomunikasi halus melalui bunga mulai mempengaruhi bunga apa yang dipilih berdasarkan pesan yang dimaksudkan.

Selama era Victoria, tussie – mussie yang tersusun seperti karangan bunga genggam diberikan sebagai hadiah yang populer dan digunakan untuk acara khusus. Meskipun karangan bunga pengantin saat ini umumnya lebih besar dari seikat bunga, mereka adalah contoh modern dari sebuah tussie – mussie.

ARTIKEL TERKAIT