Bunga Tangan Pernikahan yang Bermakna

bunga tangan pernikahanBunga adalah cara yang bagus untuk membuat penyataan secara pribadi. Calon pengantin wanita biasanya mempertimbangkan bunga apa yang akan digenggamnya saat berjalan menuju altar pernikahan. Bunga tangan yang akan dibawa nantinya melambangkan makna pernikahan mereka. Karena di hari yang istimewa, pengantin menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir. Agar keserasian bunga, gaun, dan suasana terkondisikan dengan baik, tidak ada salahnya  merencanakan dari awal dengan matang. Berikut adalah lima cara mudah untuk memperoleh inspirasi tentang karangan bunga Anda.

Tips 1: Melihat Sejarah

Pernahkah Anda bertanya – tanya mengapa banyak pengantin membawa bunga stephanotis atau tulip di karangan bunga pernikahan mereka (selain fakta bahwa bunga tersebut begitu unik dan cantik)? Bentuk kuntum bintang stephanotis membawa arti simbolis kebahagiaan dalam pernikahan dan bunga tulip yang berarti keberuntungan dalam cinta yang sempurna. “Kata siapa?”, Anda bertanya.

Banyak tradisi bunga tersebut berakar pada era Victoria yang konservatif, ketika setiap bunga diberi makna simbolik sehingga orang bisa mengekspresikan perasaan mereka tanpa kata – kata. Berbekal dengan hal tersebut, pria tidak lagi menggunakan surat  cinta untuk menyatakan cinta, tetapi dengan karangan bunga yang menyiratkan pesan khusus. Maka dari itu, pelajarilah arti dari bunga pernikahan yang populer ini dan masukkan sedikit sejarah di hari pernikahan Anda.

Berikut beberapa bunga dengan artinya:

  • Lily of the valley = kebahagiaan
  • Calla Lily = Keindahan
  • Freesia = Kemurnian
  • Gardenia = Kegembiraan
  • Orchid = Cinta
  • Lilac = Tanda cinta pertama
  • Anemone = Pengharapan

Tips 2: Melihat Warna

Memilih warna – warni bunga yang cocok dengan tema pernikahan Anda adalah cara untuk menjelmakan buket bunga Anda nanti. Apabila Anda memilih warna putih, Anda dapat menambahkan hiasan warna warni seperti pita dan kain untuk pernak – pernik sehingga akan membuat buket Anda bermakna.

Tips 3: Periksa Latar Belakang

Bunga dapat berbicara. Ungkapan ini benar adanya. Cara lain untuk menjelmakan buket bunga Anda adalah dengan memilih bunga yang sesuai dengan kepribadian Anda. Misalnya Anda dapat mengkombinasikan bunga untuk buket sesuai dengan bulan lahir Anda, misalkan seperti Lily of the Valley dengan Chrysanthemum (bunga krisan) karena ia lahir pada bulan Mei dan Anda pada bulan Nopember.

Tips 4: Unsur pada Keluarga

Menyelidiki sejarah pada keluarga Anda sendiri meningkatkan faktor penjelmaan pribadi buket Anda. Misalkan Anda memilih bunga peony dari kebun Ibu, Atau kebiasaan dalam keluarga untuk memakai bunga orchid seperti saat saudara – saudara sebelumnya telah melangsungkan pernikahan,

Tips 5: Mengingat Kenangan

Untuk menjelmakan buket favorit, Anda dapat menggunakan kenangan bersama pasangan tentang bunga yang dulu pertama kali dia berikan saat kencan pertama. Pastikan bunga tangan Anda penuh dengan kenangan tentang mereka semua, sehingga Anda mendapatkan senyuman bahagia dari orang – orang tersayang di hari bahagia Anda.

Sejarah Singkat Mahkota Bunga

mahkota bunga pengantin murahMeskipun mahkota bunga pernikahan menjadi topik yang sangat populer saat ini, mahkota sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bunga segar untuk mahkota pernikahan telah menjadi aksesori populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Terdapat bermacam tradisi dan makna dalam perkembangannya. Apabila kita menilik lebih dalam, sejarah ini cukup menarik untuk dipelajari. Apakah kamu tertarik? Ayo, akan kutunjukkan kepadamu. Simak lebih dekat!

Mahkota Bunga zaman Yunani Kuno

Mahkota bunga zaman Yunani kuno biasanya dipakai saat ada acara – acara khusus untuk menghormati para dewa. Dengan ide yang sama, selama era yang sama, karangan bunga daun salam menjadi mahkota untuk sebuah fashion, kita dapat melihat Julius Caesar sebagai contoh. Mahkota diberikan kepada tentara pemenang untuk menghormati prestasi dan menandakan rasa hormat.

Mahkota Bunga zaman Eropa Pertengahan

Selama periode ini, mahkota bunga benar-benar keluar dari mode alias tidak tenar. Alasannya? Banyak agama pagan (agama yang menyembah dewa – dewa) menggunakan mahkota bunga untuk upacara keagamaan dan menghiasi patung dewa-dewa mereka yang dikutuk oleh perkumpulan mereka untuk pemfitnahan.

 

Mahkota Bunga zaman Ukraina

Mahkota bunga (dikenal sebagai vinok) merupakan bagian pakaian atau penghias kepala dalam kebiasaan rakyat tradisional di Ukraina. Sering kali, anak perempuan yang masuk usia menikah akan memakainya. Selama upacara pernikahan Ukraina, karangan bunga yang terbuat dari bunga periwinkle dan bunga myrtle dipakaikan di atas kepala pasangan setelah pertukaran sumpah. Sekarang, mahkota bunga tradisional Ukraina lebih sering terlihat di festival dan acara-acara khusus, termasuk pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Cina Kuno

Di Cina, mahkota bunga dari bunga jeruk yang mekar atau orange blossom lazim dikenakan saat pernikahan. Sejak pohon-pohon jeruk mekar dan menghasilkan buah pada saat yang sama, pohon – pohon tersebut dimaksudkan untuk melambangkan kesuburan dan mengantarkan anak-anak mereka ke dalam sebuah pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Victoria

Seperti gaun pengantin putih, Ratu Victoria juga menjadikan mahkota bunga sebgai fashion mode di Eropa. Dia mengenakan karangan bunga limau (ide yang dipinjam dari Cina) di rambutnya untuk pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Setelah itu, bunga oranye menjadi begitu terkait erat dengan pernikahan sehingga ungkapan “mengumpulkan bunga oranye” mengambil makna “mencari seorang istri.”

Mahkota Bunga di Amerika tahun 1960 – an

Akhir 1960 – an sebenarnya identik dengan budaya hippie dan mahkota bunga menjadi aksesori fashion andalan yang terkait dengan perdamaian dan cinta. Filosofi hidup seorang hippie adalah hidup sederhana. Pada awalnya, gaya hippie muncul sebagai protes atas peperangan yang sering terjadi, yang kemudian semakin mempengaruhi mode utama, sehingga membawa mahkota bunga kembali menjadi kebudayaan di pesta pernikahan.

 

Mahkota Bunga Era Sekarang

Jadi sudah pahamkah kamu mengapa mahkota bunga selalu menjadi trending topic? Selain fakta bahwa mahkota bunga telah menjadi simbol cinta, kesuburan dan perayaan sepanjang sejarah dan di seluruh dunia, mereka begitu mudah untuk dibuat. Buat mahkota sesimpel yang kamu inginkan, seperti dari bunga yang mudah untuk dipetik dan dirangkai. Lalu sematkan pada bagian rambut indahmu.

Bunga Tangan Pengantin Terbaik Untuk Dipilih

Bentuk Buket Bunga Pengantin vs Bentuk TubuhBingung untuk memutuskan buket bunga apa yang akan dipakai untuk pernikahan sebagai momen terbaik nanti? Cobalah bayangkan bunga di taman, ada macam – macam dan berwarna – warni. Bunga mana yang paling kamu suka? Yang paling harum? Yang biasa? Yang paling langka? Masih bingung? Jangan khawatir, di bawah ini akan kami berikan gambaran untuk membantu memutuskan pilihan terbaikmu, Check this out!

Mawar

Mawar dianggap sebagai simbol keindahan dan cinta. Mawar dikaitkan dengan banyak mitos dan dongeng. Penulis dan peyair telah menggunakan bunga mawar sebagai metafora untuk menggambarkan emosi, keindahan, gairah dan cinta sejati sepajang zaman. Mawar selalu menjadi primadona dalam pesta pernikahan. Jauh dari kata membosankan ketika mawar – mawar tersedia dengan macamnya yang beragam. Mawar tersedia sepanjang tahun dan terjangkau. Meskipun mawar berhubungan dengan aroma kemewahan, tidak setiap mawar ada wanginya.

Tulip

Meskipun paling sering dikaitkan dengan Belanda, bunga ini sebenarnya berasal dari Persia. Menggambarkan “tahun bahagia”, tulip bisa menjadi pilihan bunga tangan untuk pernikahan yang bermakna. Tulip tumbuh dengan berbagai macam warna seperti putih; pastel seperti pink, kuning dan peach; juga warna cerah seperti magenta, merah, dan ungu. Tulip tersedia sepanjang tahun dan juga mudah dijangkau. Tulip membuat suasana lebih elegan dan santai dalam acara pernikahan.

Caca Lily

Calla Lily yang juga dikenal sebagai Lily Arum, memiliki bentuk terompet elegan. Bunga ini berasal dari Afrika dan melambangkan “keindahan nan megah” dalam bahasa bunga. Bunga Calla Lily memiliki aroma harum dan lembut. Warna gading merupakan warna yang paling diminati. Selain gading juga terdapat warna kuning, orange, merah muda, ungu muda serta ungu gelap.

Daisy.

Bunga Daisy yang memiliki makna “berbagi rasa”, sangat cocok untuk menggambarkan pernikahan yang memang memiliki arti saling berbagi baik rasa bahagia dan duka, senang maupun susah, sehat maupun sakit. Bunga Daisy menjadi salah satu bunga favorit para calon pengantin, karena mudah ditemukan dan harganya relatif ekonomis. Terdapat warna merah, putih, serta orange, dan ungu. Bunga Daisy cukup sederhana bentuknya, memiliki bundaran yang lebar di tengah dan dikeliliingi oleh petal – petal yang seperti sinar matahari, karena itulah bunga ini termasuk jenis bunga sunflower.

Peony

Peony bentuknya besar, memiliki harum yang kuat, dan berwarna cerah. Tetapi secara lahiriah, bunga ini memiliki makna “sifat malu”. Dibudidayakan di Asia selama lebih dari seribu tahun dan dikembangkan lebih lanjut oleh Perancis. Peony tersedia dalam bentuk dua tipe, yaitu perdu dan pohon peony (bunga terakhir yang tidak bertahan lama ketika dipotong). Sebuah buket dari peony dapat mempercantik pengantin.

Wow, Ajaib! Kamu Bisa Membuat Bunga Kering Dalam Hitungan Detik

rangkaian bunga keringMicrofleur adalah alat press bunga inovatif yang digunakan dalam microwave. Metode tradisional dalam teknik press bunga biasanya membutuhkan beberapa minggu. Bila menggunakan Microfleur, proses press bunga hanya membutuhkan hitungan detik atau beberapa menit, tergantung pada bunga dan kekuatan oven. Membandingkan microwave dengan metode tradisional, Microfleur memiliki hasil warna yang lebih baik. Bunga press digunakan dalam berbagai macam kerajinan, termasuk kartu ucapan, gambar, pembatas buku, undangan, dan untuk dekorasi pada menu, lilin, sabun, dan lain – lain.

Microfleur flower press kitMicrofleur merupakan hal baru dalam industri seni dan kerajinan. Microfleur mampu digunakan sampai pembakaran microwave mencapai  daya 500 sampai 1000 W. Kelebihan utamanya yaitu, sedikitnya waktu yang diperlukan untuk pengeringan. Microfleur tersedia dalam 2 ukuran: Regular 14 x 14 cm dan 23 x 23 MAX cm. Komponen alat ini terbuat dari plastik tahan panas yang terdiri dua bagian, dan bagian dalamnya adalah 2 (dua) lembar lapisan bantalan dan kertas kapas.

Cara memakai microfleur tidaklah sulit. Ambil beberapa bunga dan daun, potong kelopak bunga  pada tangkai dengan gunting. Ambil plastik bagian pertama, letakkan bagian yang halus menghadap ke atas. Letakkan lapisan bantalan dan kertas kapas di atasnya. Taruh bunga dan dan daun di atasnya. Pastikan mereka tidak bersentuhan satu sama lain dan tidak keluar dari batasan bantalan. Tutup bunga dengan kertas kapas lalu tindih dengan lapisan bantalan yang lain dan tutup dengan bagian plastik yang kedua. Setelah menjepit kedua lapisan menjadi satu, microfleur dapat di masukkan ke dalam microwave untuk di oven. Waktu pengeringan dapat bervariasi, tergantung pada daya microwave dan dimensi bunga.

Agar proses pengeringan bunga berjalan dengan baik, lebih baik  pembakaran dibagi menjadi pembakaran dibagi menjadi dua bagian. Pengeringan pertama dimulai selama 30 detik dengan pembakaran daya 750 W. Pembakaran selanjurnya harus lebih singkat, 10/15 detik maksimum. Setelah selesai, bersihkan seluruh uap air yang ada di microfleur dengan tisu / kain halus.

Setelah pengeringan, keluarkan bunga dan daun dari lapisan bantalan tersebut. Angkat dengan hati –  hati agar tidak robek. Gunakan penjepit kecil untuk mengambil bunga kering itu dan tempatkan dalam sebuah kotak. Simpan dengan rapi agar bisa digunakan setiap waktu.

Tidak setiap bunga dapat di press dengan microfleur. Bunga dengan kelopak besar dapat kita keringkan dengan cara lain, yaitu dengan silica gel. Silica gel adalah pengering yang menyerap kelembaban di sekitarnya. Hal ini digunakan untuk menciptakan bunga kering karena mempercepat proses pengeringan. Kamu bisa mengeringkan bunga dengan silica gel selama beberapa hari tanpa pemanasan.

Apabila bunga ingin dikeringkan dengan cepat tetapi menggunakan silica gel, kamu dapat meng-ovennya seperti penggunaan pada microfleur. Tetapi jangan lupa melapisi bunga yang ada dalam silica gel dengan tisu agar bulatan silica gel tidak berbekas pada kelopak.

Sejarah Bunga Tangan Pernikahan

Bentuk Buket Bunga Pengantin vs Bentuk TubuhMengapa pengantin membawa sebuah buket bunga di hari pernikahan? Tradisi asli jaman dahulu, bunga digunakan oleh pengirim untuk menyampaikan pesan tersirat atau bersifat rahasia. Dikarenakan pada jaman dahulu, saat zaman Ratu Victoria memerintah Britania Raya pada abad ke – 18, terdapat tata cara sosial atau etiket yang secara tidak tertulis harus ditaati antara sesama bangsawan kelas atas.

Sebenarnya penggunaan bunga untuk menyampaikan pesan telah digunakan di Persia dan Timur Tengah. Tetapi pada masa Victoria, penggunaan bahasa bunga untuk mengirimkan pesan telah mengalami perkembangan dan perluasan makna sehingga ada kamus bunga yang diterbitkan pada zaman tersebut. Kamus yang berisi arti dari berbagai tanaman dan bunga disebut Floriography.

Contoh-gambar-bunga-tangan-pengantinPenggunaan bunga sebagai tradisi untuk mengekspresikan pesan menyebar ke Inggris selama Era Victoria, sehingga ada kamus yang dicetak pada tahun 1819. Berjudul Le langage des fleur yang ditulis oleh Charlotte de Latour, penulis berkebangsaan Perancis. Buku ini terkenal di Britain dan Amerika. Pada tahun 1869, Flora Symbolica yang ditulis John Ingram diterbitkan saat puncak Era Victoria yang tidak hanya berisi makna seratus bunga tetapi juga terdapat etiket dalam memberikan bunga yang benar untuk menyajikan pesan yang dimaksudkan.

Masyarakat kelas atas menunjukkan kekayaan mereka dengan membuat rangkaian bunga yang besar dan mewah. Kegiatan itu sering diciptakan oleh wanita sosialita kelas atas di rumah sebagai kegiatan mingguan, begitu juga untuk anak – anak perempuan mereka. Kegiatan mendesain bunga ini diakui sebagai bentuk ekpresi seni. Mulai dari itulah tussie – mussie bouquets, nosegay bouquets pertama kali diperkenalkan.

Beberapa bunga yang berbeda bisa memiliki arti yang sama. Dan di saat yang sama, bunga dapat memiliki arti yang berlawanan berdasarkan bagaimana cara bunga tersebut disajikan atau dikombinasikan dengan bunga lainnya.

Pada era Victoria, pelamar yang melamar seorang gadis akan diberi jawaban lewat bunga. Tussie – mussie bouquet menjadi penentu apakah pelamar akan mendapatkan kebahagiaan dan penerimaan. Apabila tussie – mussie bouquet digerakkan ke bawah, maka terjadi tanda penolakan.

Tidak hanya bunga tertentu yang memiliki makna, tetapi warna juga menyatakan variasi dalam niat atau emosi. Bahkan saat ini, mawar merah dikatakan sebagai ekspresi gairah cinta atau cinta sejati, mawar merah muda adalah tanda kasih sayang yang hangat, mawar putih dikaitkan dengan kemurnian, dan mawar kuning dengan dikaitkan persahabatan. Bunga dan maknanya telah berubah sepanjang tahun karena banyak makna aslinya yang terlupakan. Perbedaan budaya dan bahkan wilayah regional mempengaruhi makna bunga.

Tussie – mussie juga disebut nose bouquet. Biasanya terdiri dari tumbuh – tumbuhan yang harum didesain melingkar dengan bunga tunggal di tengah. Kebiasaan berkomunikasi halus melalui bunga mulai mempengaruhi bunga apa yang dipilih berdasarkan pesan yang dimaksudkan.

Selama era Victoria, tussie – mussie yang tersusun seperti karangan bunga genggam diberikan sebagai hadiah yang populer dan digunakan untuk acara khusus. Meskipun karangan bunga pengantin saat ini umumnya lebih besar dari seikat bunga, mereka adalah contoh modern dari sebuah tussie – mussie.

Rangkaian Melati Putih untuk Rias Pengantin

Gaun-Pengantin-pernikahan-muslimSesuai namanya, melati putih ini berwarna putih dan berbau wangi. Warna putihnya melambangkan kesucian serta keanggunan dan aroma wanginya menyiratkan makna lembut dan tenang. Meskipun bunga putih ini kecil dan sederhana, keberadaan bunga ini paling penting untuk acara pernikahan berbagai suku bangsa di Indonesia. Kuncup bunga melati yang belum mekar biasanya dipetik dan dikumpulkan untuk dironce sehingga menjadi sebuah rangkaian. Di Indonesia, melati putih dinobatkan sebagai Puspa Bangsa, sebutan salah satu bunga nasional yang memiliki nama latin Jasminum Sambac.

Di daerah Sumatra, kedua calon mempelai mennggunakan kembang goyang atau cunduk mentul sebagai tata rias kepala pengantin. Cunduk mentul merupakan mahkota dengan hiasan ronce melati yang menjuntai.

Pada pengantin Sunda, pengantin menggunakan cunduk mentul dengan rangkaian bunga melati yang terurai serta ujung rangkaian tersebut adalah bunga kuncup cempaka. Bunga melati yang menghiasi pengantin menambah kesan cantik dan anggun seperti putri kerajaan Sunda.

Orang Jawa menyebut melati dengan sebutan Menur, Mlati, atau Melati. Hiasan ronce melati kerap berbentuk jaring yang fungsinya sebagai pembungkus sanggul dan konde. Ada juga yang menyertakan roncean melati untuk bersanding apik dengan mahkota dan cunduk mentul penghias kepala. Selain itu, riasan pengantin Jawa tidak lengkap tanpa memakai paes ageng.

Sanggul Bunga Bangun Tulak merupakan roncean melati yang digunakan untuk menutupi lubang sanggul agar irisan pandan tidak kelihatan sekaligus sebagai hiasan pada sanggul agar tampak lebih menarik. Bentuknya berupa rangkaian bunga melati kuncup yang dirangkai dari kelopak hingga  batang bunga sehingga nantinya rangkaian bunga tersebut dapat dilingkarkan hingga membentuk oval.

Sedangkan pada pengantin pria tradisional daerah Jawa, rangkaian bunga melati berbentuk melingkar untuk dikenakan sebagai kalung. Selain itu bunga melati juga diaplikasikan sebagai hiasan keris pada pengantin pria yang disebut bunga Kolong Keris. Rangkaian melati pada keris pengantin pria terbuat dari jenis bunga melati yang masih kuncup dan setengah mekar, kemudian dipadu dengan bunga aster, bunga kantil, dan mawar merah. Sebagai pelengkap, ada tambahan bunga Gombyok Keris, yaitu rangkaian melati yang dibuat dengan model usus ususan atau Bawang Sebungkul yang dipasang pada roncean kolong keris dan pada sambungannya diberi mawar merah. Aplikasi lainnya dari roncean bunga melati adalah yaitu Lar – laran, Siraman, Buntal Pandan, Baju Selempang Melati, dan Bando Melati. Selain sebagai hiasan yang memperindah pengantin dan menebar harum pada pesta pernikahan, terdapat falsafah pada melati yang diharapkan mampu terwujud dalam kehidupan rumah tangga sang pengantin.

Orang Madura lebih akrab dengan sebutan Malete. Pengantin Madura Legha membuat paes yang menyamai paes ageng Jogjakarta. Perbedaannya, pada pengantin Madura Legha yang tidak menggunakan kinjengan pada paesnya dan tidak mnggunakan ukiran alis tanduk rusa dan jahitan mata. Gelung yang dipakai pada pengantin Madura Legha memiliki hiasan cunduk mentul, kembang karang melok, reng pereng, dan ganggang / rumbai yang disematkan di samping mahkota. Dulu, ganggang atau rumbai terbuat dari untai rumput laut yang diuntai dengan kertas emas sepanjang kurang lebih 1 meter, tergantung tinggi pendeknya pengantin. Tapi sekarang penggunaan rumput laut telah diganti dengan menggunakan roncean melati.

Say it With Flower

Bisa nggak kamu mengungkapkan segala sesuatu apa yang ada dibenak dengan lisan? Apakah dapat tersampaikan dengan baik, atau tidak? Mungkin kamu ingin mengucapkan selamat kepada mantan kekasih yang baru saja merayakan kelulusan wisuda tetapi kamu malu untuk menyampaikan, atau mungkin saja kamu ingin mengucapkan selamat atas pernikahan teman kolega tetapi tidak dapat hadir karena berhalangan.

Jangan khawatir, kamu bisa kok minta tolong pada bunga untuk menyampaikan maksudmu. Loh, kok bisa? Yap, tentu saja. Karena bunga adalah bagian yang penting dalam hidup kita. Bunga memiliki arti dari masing – masing warna yang dimiliki. Berbagai macam jenis bunga yang disusun dan dibentuk sedemikian rupa menjadi sebuah rangkaian bunga yang indah, memiliki maksud untuk mengungkapkan suatu tujuan Maka dari itu,Say it With Flower, merupakan ungkapan yang paling terkenal untuk menyampaikan maksud dan tujuan.

Adapun macam – macam rangkaian bunga yang dapat mewakilkan ungkapan yaitu:

  1. Rangkaian Kalung Bunga

    Kalung bunga digunakan untuk mengucapkan selamat datang, halo, rasa hormat, atau selamat. Sebagai penunjukkan sikap ramah tamah terhadap pengunjung wisatawan atau tamu terhormat. Bunga kalung adalah buatan tangan yang memiliki macam pola dan gaya. Membuat bunga ini cukup mudah, hanya memerlukan benang dan jarum saja. Atau memakai benang khusus agar tidak putus. Yang terpenting harus teliti saat menusukkan benang dari bunga hingga muncul ke ujung lain agar tidak robek atau tidak rapi.

  2. Bunga Tangan

    Bunga tangan atau hand bouquet dapat kamu berikan kepada seseorang saat mengucapkan selamat ulang tahun, selamat wisuda, selamat hari kasih sayang atau hari valentine. Di hari pernikahan hand bouquet dibawa sang mempelai wanita sebagai hiasan tangan yang mempercantik sang ratu sehari.

  3. Bunga Papan

    Bunga papan itu macam – macam jenisnya. Bunga papan wedding, bunga papan ucapan selamat, dan bunga papan belasungkawa. Bunga papan dirangkai di atas storofoam dengan kerangka yang berukuran 1 meter x 2 meter, 2 meter x 3 meter, atau lebih. Papan akan dihias dengan rangkaian bunga segar, baik diatas maupun dibawah. Ada juga yang dihias penuh bunga tergantung permintaan anda. Selain dihias dengan bunga, papan juga bertuliskan ucapan yang diinginkan. Papan bunga wedding biasanya berwarna cerah dan terang. Tamu yang tidak dapat hadir diundangan dapat mengirimkan papan bunga wedding sebagai pengganti kehadiran. Begitu juga papan ucapan selamat yang diberikan kepada teman atau kolega bisnis, di hias dengan warna cerah. Sedangkan papan bunga belasungkawa di berikan kepada keluarga yang sedang berduka cita sebagai ungkapan simpati terhadap keluarga yang terkena musibah tersebut.

  4. Bunga Krans

    Bunga Krans berbeda dengan denga bunga papan. Ukurannya lebih kecil dan semua bagian dipenuhi oleh rangkaian bunga. Ucapan yang tertulis pada kain, kertas pita, atau storofoam, di sampirkan diantara rangkaian bunga tersebut.

  5. Bunga Standing

    Bunga Standing fungsinya sama dengan bunga papan, tetapi antara bunga krans dan bunga standing terdapat perbedaan antara kaki penyangganya. Bunga krans memiliki 3 (tiga) kaki sebagai penahan, sedangkan bunga standing penyangganya lebih minimalis. Dan ucapan pada bunga standing dituliskan pada kertas pita yang jatuh menjuntai ke bawah.

Seni Bunga Tangan Jepang

Seni bunga tangan jepangTahukah kamu seni bunga tangan Jepang? Pastinya para pecinta seni merangkai bunga tidak asing dengan seni budaya negeri Sakura ini, Oshibana namanya. Oshibana adalah seni merangkai bunga dengan metode mengeringkan bunga atau daun tanpa menghilangkan warna aslinya dengan proses penekanan. Oshibana berasal dari kata oshi (tekan) dan hana / bana (bunga).

Untuk mengeringkan bunga, hanya memerlukan alat yang cukup sederhana, yaitu kertas buram, kertas roti, busa tipis, dan plastik. Cara pengerjaannya cukup mudah, siapkan 10 lembar kertas buram, letakkan selembar busa tipis di atasnya. Siapkan kertas roti dengan ukuran 2 kali lipat dari kertas buram, lipat menjadi dua dan taruh di atas busa. Susun bunga yang akan di press di dalam kertas roti, beri jarak. Kemudian letakkan 10 kertas buram lagi di atas kertas roti tersebut. Setelah selesai, masukkan ke dalam plastik, tekan dengan pemberat semalaman. Lakukan langkah tersebut berulang kali selama sepuluh hari.

Semakin besar kandungan air dalam tumbuhan, maka proses pengeringan akan semakin lama. Agar proses pengeringan bunga sempurna, paling tidak diperlukan waktu antara 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) hari. Bukan hanya kelopak bunga saja yang kita gunakan, batang hingga daunnya pun bisa dimanfaatkan. Keunggulan teknik pada Oshibana merupakan kesempurnaannya dalam mempertahankan warna asli bunga, sehingga produk yang dibuat lebih cantik.

Oshibana biasanya disukai kalangan wanita karena kegiatan seni menghias bunga ini dapat dijadikan kegiatan di waktu kosong atau senggang. Di Indonesia, Oshibana awalnya tidak begitu populer, tetapi semakin berjalannya waktu banyak yang mulai berminat dengan seni yang berasal dari Jepang ini.

Kreasi Oshibana tidak terbatas pada bunga, tangkai, atau dedaunan yang dirangkai saja, tetapi juga dapat menghasilkan kreasi lain seperti pengabungan teknik antara merangkai dan melukis sehingga menghasilkan lukisan. Selain itu kita juga dapat membuat kalung, jepit rambut, pembatas buku, atau penghias perabotan rumah yang unik.

Indonesia merupakan padang bunga dengan berbagai jenis bunga dan tekstur yang khas. Ketika memilih bunga, batang, serta tangkainya, pilih yang memiliki sedikit kandungan air seperti mawar, bougenville, baby’s breath, suplir, gerbera, aster, serta daun ketapang. Petik pada saat cuaca cerah, waktu siang atau sore hari. Jangan memetik bunga atau daun setelah hujan atau saat ada embun dipagi hari.

Mempelajari teknik merangkai bunga Oshibana sebenarnya sangat mudah, tetapi kamu harus telaten dan sabar. Selain wanita, Oshibana dapat ditujukan untuk semua kalangan baik anak kecil, remaja, dewasa, maupun orang tua. Bagi anak – anak  atau remaja dapat digunakan sebagai sarana pendidikan / edukasi. Sedangkan untuk orang dewasa dapat digunakan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Sementara untuk orang tua, kerajinan ini menjadi sarana yang menyenangkan untuk merelaksasi pikiran serta melatih keterampilan tangan yang secara tidak langsung menghindarkan rasa bosan di masa senja mereka.

Cara Membuat Rangkaian Bunga Mawar

Membeli rangkaian bunga mawar tentu adalah hal yang biasa dilakukan. Namun, terkadang ada sebagian orang yang ingin membuat rangkaian bunga mawar sendiri agar lebih unik dengan kreativitas yang dimiliki. Tak perlu menjadi ahli merangkai bunga, Anda hanya butuh ketekunan dan sedikit kreativitas untuk membuat rangkaian bunga mawar menjadi menawan. Meski mungkin terlihat kurang rapi, Anda toh patut berbangga karena mampu membuat sebuah rangkaian bunga bernilai seni.

Penasaran ingin mencoba membuat rangkaian mawar sendiri? Ikuti cara membuat rangkaian bunga mawar berikut ini yuk!

1. Memahami model dasar rangkaian bunga mawar

Sebelum membuat rangkaian bunga mawar, pertama-tama Anda harus paham dulu model dasar rangkaian. Ada model rangkaian bunga yang berbentuk bulat, ada juga diagonal, vertikal atau model lonjong. Ada juga model rangkaian segitiga, crescent, bulan sabit dan banyak lagi lainnya.

Anda harus dapat menentukan dulu bagaimana model dasar rangkaian sebelum membuat sebuah rangkaian bunga mawar yang cantik.

2. Bersihkan tangkai bunga mawar

Setelah memahami model dasar rangkaian, langkah selanjutnya adalah membersihkan tangkai bunga mawar. Sebagaimana yang kita tahu, tangkai bunga mawar penuh dengan duri tajam. Agar tidak melukai tangan dan untuk dapat merangkainya dengan nyaman, tentu Anda harus membersihkan duri-duri pada tangkai bunga mawar terlebih dahulu.

3. Potong tangkai bunga mawar

Langkah selanjutnya adalah memotong tangkai bunga mawar. Memotong tangkai penting dilakukan untuk menjaga kesegaran bunganya. Potonglah tangkai secara diagonal pada bagian pangkal daun miring ke bawah atau ke atas. Sebaiknya lakukan pemotongan tersebut dibawah aliran air yang lancar dan taruh bunga mawar yang telah dipotong dalam vas berisi air sesegera mungkin.

4. Mulai membuat rangkaian bunga mawar

Pilihlah 4 potong bunga mawar yang agak besar, jadikan itu sebagai pusat rangkaian bunga. Gunakan satu tangan untuk memegang erat-erat pusat rangkaian, sembari tangan yang lain menambahkan satu per satu bunga mawar yang akan dirangkai.

5. Ikat rangkaian bunga mawar

Untuk mengikat rangkaian bunga mawar, gunakan karet atau pita dengan perekat khusus untuk menjadikan satu rangkaian kuat sehingga posisi mawar tidak berubah. Lakukan langkah ke 4 dan ke 5 lagi, untuk membuat rangkaian yang berbeda. Usahakan memiliki 4 atau 5 ikatan mawar agar dapat merangkainya menjadi satu rangkaian besar.

6. Menggabungkan ikatan bunga

Langkah terakhir dalam membuat rangkaian bunga mawar adalah menggabungkan 4 atau 5 ikatan mawar menjadi sebuah rangkaian bunga mawar besar. Selanjutnya hiasi ikatan dengan pita berwarna emas untuk menambah kesan cantik dan mewah.

Nah, itulah cara membuat rangkaian bunga mawar dengan sederhana. Bagaimana menurut Anda? Cukup mudah bukan? Selamat mencoba!