Sejarah Singkat Mahkota Bunga

mahkota bunga pengantin murahMeskipun mahkota bunga pernikahan menjadi topik yang sangat populer saat ini, mahkota sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bunga segar untuk mahkota pernikahan telah menjadi aksesori populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Terdapat bermacam tradisi dan makna dalam perkembangannya. Apabila kita menilik lebih dalam, sejarah ini cukup menarik untuk dipelajari. Apakah kamu tertarik? Ayo, akan kutunjukkan kepadamu. Simak lebih dekat!

Mahkota Bunga zaman Yunani Kuno

Mahkota bunga zaman Yunani kuno biasanya dipakai saat ada acara – acara khusus untuk menghormati para dewa. Dengan ide yang sama, selama era yang sama, karangan bunga daun salam menjadi mahkota untuk sebuah fashion, kita dapat melihat Julius Caesar sebagai contoh. Mahkota diberikan kepada tentara pemenang untuk menghormati prestasi dan menandakan rasa hormat.

Mahkota Bunga zaman Eropa Pertengahan

Selama periode ini, mahkota bunga benar-benar keluar dari mode alias tidak tenar. Alasannya? Banyak agama pagan (agama yang menyembah dewa – dewa) menggunakan mahkota bunga untuk upacara keagamaan dan menghiasi patung dewa-dewa mereka yang dikutuk oleh perkumpulan mereka untuk pemfitnahan.

 

Mahkota Bunga zaman Ukraina

Mahkota bunga (dikenal sebagai vinok) merupakan bagian pakaian atau penghias kepala dalam kebiasaan rakyat tradisional di Ukraina. Sering kali, anak perempuan yang masuk usia menikah akan memakainya. Selama upacara pernikahan Ukraina, karangan bunga yang terbuat dari bunga periwinkle dan bunga myrtle dipakaikan di atas kepala pasangan setelah pertukaran sumpah. Sekarang, mahkota bunga tradisional Ukraina lebih sering terlihat di festival dan acara-acara khusus, termasuk pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Cina Kuno

Di Cina, mahkota bunga dari bunga jeruk yang mekar atau orange blossom lazim dikenakan saat pernikahan. Sejak pohon-pohon jeruk mekar dan menghasilkan buah pada saat yang sama, pohon – pohon tersebut dimaksudkan untuk melambangkan kesuburan dan mengantarkan anak-anak mereka ke dalam sebuah pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Victoria

Seperti gaun pengantin putih, Ratu Victoria juga menjadikan mahkota bunga sebgai fashion mode di Eropa. Dia mengenakan karangan bunga limau (ide yang dipinjam dari Cina) di rambutnya untuk pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Setelah itu, bunga oranye menjadi begitu terkait erat dengan pernikahan sehingga ungkapan “mengumpulkan bunga oranye” mengambil makna “mencari seorang istri.”

Mahkota Bunga di Amerika tahun 1960 – an

Akhir 1960 – an sebenarnya identik dengan budaya hippie dan mahkota bunga menjadi aksesori fashion andalan yang terkait dengan perdamaian dan cinta. Filosofi hidup seorang hippie adalah hidup sederhana. Pada awalnya, gaya hippie muncul sebagai protes atas peperangan yang sering terjadi, yang kemudian semakin mempengaruhi mode utama, sehingga membawa mahkota bunga kembali menjadi kebudayaan di pesta pernikahan.

 

Mahkota Bunga Era Sekarang

Jadi sudah pahamkah kamu mengapa mahkota bunga selalu menjadi trending topic? Selain fakta bahwa mahkota bunga telah menjadi simbol cinta, kesuburan dan perayaan sepanjang sejarah dan di seluruh dunia, mereka begitu mudah untuk dibuat. Buat mahkota sesimpel yang kamu inginkan, seperti dari bunga yang mudah untuk dipetik dan dirangkai. Lalu sematkan pada bagian rambut indahmu.

ARTIKEL TERKAIT