Posts

Bunga Tangan Pengantin Terbaik Untuk Dipilih

Bentuk Buket Bunga Pengantin vs Bentuk TubuhBingung untuk memutuskan buket bunga apa yang akan dipakai untuk pernikahan sebagai momen terbaik nanti? Cobalah bayangkan bunga di taman, ada macam – macam dan berwarna – warni. Bunga mana yang paling kamu suka? Yang paling harum? Yang biasa? Yang paling langka? Masih bingung? Jangan khawatir, di bawah ini akan kami berikan gambaran untuk membantu memutuskan pilihan terbaikmu, Check this out!

Mawar

Mawar dianggap sebagai simbol keindahan dan cinta. Mawar dikaitkan dengan banyak mitos dan dongeng. Penulis dan peyair telah menggunakan bunga mawar sebagai metafora untuk menggambarkan emosi, keindahan, gairah dan cinta sejati sepajang zaman. Mawar selalu menjadi primadona dalam pesta pernikahan. Jauh dari kata membosankan ketika mawar – mawar tersedia dengan macamnya yang beragam. Mawar tersedia sepanjang tahun dan terjangkau. Meskipun mawar berhubungan dengan aroma kemewahan, tidak setiap mawar ada wanginya.

Tulip

Meskipun paling sering dikaitkan dengan Belanda, bunga ini sebenarnya berasal dari Persia. Menggambarkan “tahun bahagia”, tulip bisa menjadi pilihan bunga tangan untuk pernikahan yang bermakna. Tulip tumbuh dengan berbagai macam warna seperti putih; pastel seperti pink, kuning dan peach; juga warna cerah seperti magenta, merah, dan ungu. Tulip tersedia sepanjang tahun dan juga mudah dijangkau. Tulip membuat suasana lebih elegan dan santai dalam acara pernikahan.

Caca Lily

Calla Lily yang juga dikenal sebagai Lily Arum, memiliki bentuk terompet elegan. Bunga ini berasal dari Afrika dan melambangkan “keindahan nan megah” dalam bahasa bunga. Bunga Calla Lily memiliki aroma harum dan lembut. Warna gading merupakan warna yang paling diminati. Selain gading juga terdapat warna kuning, orange, merah muda, ungu muda serta ungu gelap.

Daisy.

Bunga Daisy yang memiliki makna “berbagi rasa”, sangat cocok untuk menggambarkan pernikahan yang memang memiliki arti saling berbagi baik rasa bahagia dan duka, senang maupun susah, sehat maupun sakit. Bunga Daisy menjadi salah satu bunga favorit para calon pengantin, karena mudah ditemukan dan harganya relatif ekonomis. Terdapat warna merah, putih, serta orange, dan ungu. Bunga Daisy cukup sederhana bentuknya, memiliki bundaran yang lebar di tengah dan dikeliliingi oleh petal – petal yang seperti sinar matahari, karena itulah bunga ini termasuk jenis bunga sunflower.

Peony

Peony bentuknya besar, memiliki harum yang kuat, dan berwarna cerah. Tetapi secara lahiriah, bunga ini memiliki makna “sifat malu”. Dibudidayakan di Asia selama lebih dari seribu tahun dan dikembangkan lebih lanjut oleh Perancis. Peony tersedia dalam bentuk dua tipe, yaitu perdu dan pohon peony (bunga terakhir yang tidak bertahan lama ketika dipotong). Sebuah buket dari peony dapat mempercantik pengantin.

Sejarah Bunga Tangan Pernikahan

Bentuk Buket Bunga Pengantin vs Bentuk TubuhMengapa pengantin membawa sebuah buket bunga di hari pernikahan? Tradisi asli jaman dahulu, bunga digunakan oleh pengirim untuk menyampaikan pesan tersirat atau bersifat rahasia. Dikarenakan pada jaman dahulu, saat zaman Ratu Victoria memerintah Britania Raya pada abad ke – 18, terdapat tata cara sosial atau etiket yang secara tidak tertulis harus ditaati antara sesama bangsawan kelas atas.

Sebenarnya penggunaan bunga untuk menyampaikan pesan telah digunakan di Persia dan Timur Tengah. Tetapi pada masa Victoria, penggunaan bahasa bunga untuk mengirimkan pesan telah mengalami perkembangan dan perluasan makna sehingga ada kamus bunga yang diterbitkan pada zaman tersebut. Kamus yang berisi arti dari berbagai tanaman dan bunga disebut Floriography.

Contoh-gambar-bunga-tangan-pengantinPenggunaan bunga sebagai tradisi untuk mengekspresikan pesan menyebar ke Inggris selama Era Victoria, sehingga ada kamus yang dicetak pada tahun 1819. Berjudul Le langage des fleur yang ditulis oleh Charlotte de Latour, penulis berkebangsaan Perancis. Buku ini terkenal di Britain dan Amerika. Pada tahun 1869, Flora Symbolica yang ditulis John Ingram diterbitkan saat puncak Era Victoria yang tidak hanya berisi makna seratus bunga tetapi juga terdapat etiket dalam memberikan bunga yang benar untuk menyajikan pesan yang dimaksudkan.

Masyarakat kelas atas menunjukkan kekayaan mereka dengan membuat rangkaian bunga yang besar dan mewah. Kegiatan itu sering diciptakan oleh wanita sosialita kelas atas di rumah sebagai kegiatan mingguan, begitu juga untuk anak – anak perempuan mereka. Kegiatan mendesain bunga ini diakui sebagai bentuk ekpresi seni. Mulai dari itulah tussie – mussie bouquets, nosegay bouquets pertama kali diperkenalkan.

Beberapa bunga yang berbeda bisa memiliki arti yang sama. Dan di saat yang sama, bunga dapat memiliki arti yang berlawanan berdasarkan bagaimana cara bunga tersebut disajikan atau dikombinasikan dengan bunga lainnya.

Pada era Victoria, pelamar yang melamar seorang gadis akan diberi jawaban lewat bunga. Tussie – mussie bouquet menjadi penentu apakah pelamar akan mendapatkan kebahagiaan dan penerimaan. Apabila tussie – mussie bouquet digerakkan ke bawah, maka terjadi tanda penolakan.

Tidak hanya bunga tertentu yang memiliki makna, tetapi warna juga menyatakan variasi dalam niat atau emosi. Bahkan saat ini, mawar merah dikatakan sebagai ekspresi gairah cinta atau cinta sejati, mawar merah muda adalah tanda kasih sayang yang hangat, mawar putih dikaitkan dengan kemurnian, dan mawar kuning dengan dikaitkan persahabatan. Bunga dan maknanya telah berubah sepanjang tahun karena banyak makna aslinya yang terlupakan. Perbedaan budaya dan bahkan wilayah regional mempengaruhi makna bunga.

Tussie – mussie juga disebut nose bouquet. Biasanya terdiri dari tumbuh – tumbuhan yang harum didesain melingkar dengan bunga tunggal di tengah. Kebiasaan berkomunikasi halus melalui bunga mulai mempengaruhi bunga apa yang dipilih berdasarkan pesan yang dimaksudkan.

Selama era Victoria, tussie – mussie yang tersusun seperti karangan bunga genggam diberikan sebagai hadiah yang populer dan digunakan untuk acara khusus. Meskipun karangan bunga pengantin saat ini umumnya lebih besar dari seikat bunga, mereka adalah contoh modern dari sebuah tussie – mussie.

Tips Memilih Bunga Tangan Pengantin

Contoh-gambar-bunga-tangan-pengantinTampil sempurna dalam pesta pernikahan merupakan impian dari setiap mempelai wanita. Mereka akan memikirkan banyak hal mulai dari gaun pengantin, tatanan rambut, make up, sepatu, hingga bunga tangan yang akan dibawanya nanti.

Bunga tangan pengantin umumnya disesuaikan dengan tema atau konsep pernikahan termasuk keserasian dengan gaun yang dikenakan. Namun ternyata, memilih bunga tangan pengantin bukanlah hal yang mudah dan seringkali memusingkan calon mempelai wanita.

Nah, jika Anda termasuk salah satu mempelai wanita yang kebingungan memilih bunga tangan, berikut ini beberapa tips memilih bunga tangan pengantin yang tepat untuk Anda.

  1. Sesuaikan dengan gaun pengantin

Pilihlah bunga tangan yang dapat menyeimbangkan tampilan gaun pengantin. Jika gaun pengantin detailnya sederhana, tidak terlalu banyak hiasan, Anda bisa memilih bunga tangan yang lebih “meriah” baik dalam pilihan bunga maupun bentuk. Sebaliknya, jika gaun pengantin Anda penuh detail dan banyak kombinasi hiasan, Anda bisa memilih bunga tangan yang sederhana. Sehingga mempertegas tampilan gaun pengantin itu sendiri.

Untuk mendapatkan bunga tangan pengantin yang tepat, Anda juga bisa membawa serta gaun pengantin saat memesan bunga. Pemilik toko bunga pasti dengan senang hati membantu Anda memadu padankan gaun pengantin dengan bunga tangan yang akan dipesan.

  1. Sesuaikan dengan bentuk tubuh

Pastikan bunga tangan pas dengan bentuk tubuh Anda. Bagi Anda yang memiliki tubuh mungil, pilihlah bunga tangan yang berukuran kecil. Begitu pula bagi Anda yang bertubuh besar, Anda bisa memilih bunga tangan pengantin yang memanjang/menjuntai (cascade) untuk memberikan kesan tubuh lebih ramping.

  1. Berikan sentuhan personal

Anda boleh kok memberikan sentuhan personal seperti menambah hiasan kesukaan, sapu tangan kenangan atau bros antik keluarga pada bunga tangan Anda. Mintalah toko bunga untuk menambahkannya sehingga bunga tangan pengantin menjadi lebih bermakna.

  1. Sesuaikan dengan warna kulit

Tak hanya disesuaikan dengan gaun, sebaiknya bunga tangan pengantin juga disesuaikan dengan warna kulit Anda. Jika Anda berkulit putih dan cenderung pucat, hindari memilih bunga warna putih. Pilihan warna krem pekat mungkin lebih cocok untuk Anda. Begitu juga jika kulit Anda cenderung gelap, bunga tangan yang kaya warna akan mencerahkan penampilan Anda. Mintalah saran dari pemilik toko bunga dalam menentukan bunga apa yang pas untuk Anda.

  1. Kesegaran bunga tangan

Untuk menjaga agar bunga tangan pengantin Anda tetap segar hingga malam hari, potonglah kurang lebih satu inchi batang bagian bawahnya. Kemudian rendamlah bunga tangan tersebut di air sebatas bagian batang saja. Bunga tangan yang segar akan turut menentukan kesempurnaan penampilan Anda.

  1. Peganglah dengan nyaman

Banyak mempelai wanita yang gugup saat hari pernikahan, sehingga cenderung memegang bunga  dengan kedua tangannya. Hilangkan perasaan gugup Anda, dan mulailah memegang bunga tangan dengan nyaman dan percaya diri.

Sebaiknya, pegang bunga tangan pengantin dengan salah satu tangan saja. Jauhkan sedikit dari gaun pengantin Anda, sehingga siluet gaun tidak tertutupi. Ini akan menampakkan kesan lebih santai, pas untuk postur tubuh sekaligus membuat pose terbaik di depan fotografer Anda.

Demikian informasi tentang tips memilih bunga tangan pengantin yang tepat. Ingat, bunga tangan yang tepat, tentu akan menyempurnakan penampilan sekaligus turut menjadikan hari pernikahan lebih bermakna.