Posts

membuat-rangkaian-bunga-untuk-kepala-mahkota-bunga

Membuat Rangkaian Bunga Untuk Kepala (Mahkota Bunga)

Rangkaian bunga dan dedaunan yang saling terjalin membentuk lingkaran yang dapat diletakkan untuk mempercantik kepala kini sedang menjadi tren kekinian yang setiap wanita pasti ingin mengenakannya.

Mahkota bunga dapat digunakan dimana saja, terutama saat ada pesta kebun maupun saat Anda menjadi bridesmaid atau pagar ayu di pesta pernikahan kerabat. Tentunya rangkaian bunga di kepala ini akan mempercantik penampilan ada bak para putri raja.

Cara membuatnya pun ternyata tidak sulit-sulit sekali, Anda hanya membutuhkan beberapa kuntum bunga segar, dedaunan, kawat serta pita dan lem. Bunga dapat disesuaikan dengan keinginan, mulai dari bunga mawar, krisan, gerbera, dan sebagainya.

Mari kita simak cara membuat rangkaian bunga untuk kepala:

  1. Terlebih Dahulu Ukur Lingkar Kepala

Tentunya ukuran kepala tiap-tiap orang berbeda. Untuk mendapatkan ukuran yang pas, gunakan pita ukur yang mengelilingi kepala 2 cm di atas alis.

Jika mahkota bunga rencananya akan dikenakan untuk upacara pernikahan dimana Anda akan telebih dahulu ke salon melakukan hair-do, tambahkan ukuran kepala dengan 4 cm, sehingga nantinya rangkaian mahkota bunga tidak terlalu kecil untuk kepala Anda.

Karena memang dengan adanya sanggul yang tinggi, atau penataan rambut model kepang mahkota akan menambah sedikit ukuran lingkar kepala Anda.

  1. Ukur dan Potong Kawat Sesuai Ukuran Kepala

Kawat untuk membuat mahkota bunga dapat dibeli di toko stationary, pilihlah kawat yang tidak terlalu berat dan masih bagus serta tidak berkarat. Ukur kawat dan tambahkan sekitar 10 cm dari ukuran kepala, untuk menggabungkan kedua sisinya.

Potonglah kawat menggunakan pemotong khusus kawat, karena biasanya akan sedikit sulit jika Anda mencoba memotong kawat menggunakan gunting biasa.

Kaitkan kedua ujung kawat dengan cara memilinnya berputar. Atur hingga kira-kira lingkaran yang terbentuk sesuai dengan catatan ukuran lingkar kepala.

  1. Tutup Kawat Dengan Pita Atau Selotip Florist

Agar terlihat lebih alami, jika kawat yang Anda gunakan tidak berwarna hijau, cobalah melapisinya dengan menggunakan pita hijau atau selotip florist. Hasilnya, selain lebih kuat, kawat pun menjadi terlihat lebih natural serta mirip batang bunga.

  1. Potong-Potong Bunga

Saatnya mulai menyentuh bunga segar yang sudah Anda dapatkan. Apapun jenis bunganya, usahakan warnanya senada dengan dress yang akan Anda gunakan, serta usahakan ukuran bunga bervariasi agar tidak terlalu monoton.

Potong-potong batang bunga hingga menyisakan sekitar 3-5 cm batang di bawah kelopak. Usahakan ukuran batang yang dipotong sama, serta tidak terlalu pendek karena dapat menyulitkan proses selanjutnya.

  1. Kreasikan Rangkaian Bunga Anda

Bunga dapat ditempelkan menggunakan selotip florist ke kawat. Rangkailah sesuka hati Anda, namun perhatikan keseimbangan desainnya. Ada baiknya untuk meletakkan bunga yang ukurannya paling besar di depan baik di samping atau di tengah.

Bunga tidak harus diletakkan berjajar dan rapi, bahkan mungkin akan terlihat kaku jika terlalu rapi. Atur sehingga bunga terlihat natural mengelilingi kawat mahkota. Tambahkan pula dedaunan yang kira-kira dapat mempercantik mahkota. Setelah selesai dirangkai, mahkota bunga siap digunakan.

Itulah tadi cara membuat rangkaian bunga untuk kepala. Mudah bukan? Selain dapat mengasah kreativitas, Anda tentu bangga memamerkannya kepada teman dan kerabat.

Sejarah Singkat Mahkota Bunga

mahkota bunga pengantin murahMeskipun mahkota bunga pernikahan menjadi topik yang sangat populer saat ini, mahkota sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bunga segar untuk mahkota pernikahan telah menjadi aksesori populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Terdapat bermacam tradisi dan makna dalam perkembangannya. Apabila kita menilik lebih dalam, sejarah ini cukup menarik untuk dipelajari. Apakah kamu tertarik? Ayo, akan kutunjukkan kepadamu. Simak lebih dekat!

Mahkota Bunga zaman Yunani Kuno

Mahkota bunga zaman Yunani kuno biasanya dipakai saat ada acara – acara khusus untuk menghormati para dewa. Dengan ide yang sama, selama era yang sama, karangan bunga daun salam menjadi mahkota untuk sebuah fashion, kita dapat melihat Julius Caesar sebagai contoh. Mahkota diberikan kepada tentara pemenang untuk menghormati prestasi dan menandakan rasa hormat.

Mahkota Bunga zaman Eropa Pertengahan

Selama periode ini, mahkota bunga benar-benar keluar dari mode alias tidak tenar. Alasannya? Banyak agama pagan (agama yang menyembah dewa – dewa) menggunakan mahkota bunga untuk upacara keagamaan dan menghiasi patung dewa-dewa mereka yang dikutuk oleh perkumpulan mereka untuk pemfitnahan.

 

Mahkota Bunga zaman Ukraina

Mahkota bunga (dikenal sebagai vinok) merupakan bagian pakaian atau penghias kepala dalam kebiasaan rakyat tradisional di Ukraina. Sering kali, anak perempuan yang masuk usia menikah akan memakainya. Selama upacara pernikahan Ukraina, karangan bunga yang terbuat dari bunga periwinkle dan bunga myrtle dipakaikan di atas kepala pasangan setelah pertukaran sumpah. Sekarang, mahkota bunga tradisional Ukraina lebih sering terlihat di festival dan acara-acara khusus, termasuk pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Cina Kuno

Di Cina, mahkota bunga dari bunga jeruk yang mekar atau orange blossom lazim dikenakan saat pernikahan. Sejak pohon-pohon jeruk mekar dan menghasilkan buah pada saat yang sama, pohon – pohon tersebut dimaksudkan untuk melambangkan kesuburan dan mengantarkan anak-anak mereka ke dalam sebuah pernikahan.

Mahkota Bunga zaman Victoria

Seperti gaun pengantin putih, Ratu Victoria juga menjadikan mahkota bunga sebgai fashion mode di Eropa. Dia mengenakan karangan bunga limau (ide yang dipinjam dari Cina) di rambutnya untuk pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Setelah itu, bunga oranye menjadi begitu terkait erat dengan pernikahan sehingga ungkapan “mengumpulkan bunga oranye” mengambil makna “mencari seorang istri.”

Mahkota Bunga di Amerika tahun 1960 – an

Akhir 1960 – an sebenarnya identik dengan budaya hippie dan mahkota bunga menjadi aksesori fashion andalan yang terkait dengan perdamaian dan cinta. Filosofi hidup seorang hippie adalah hidup sederhana. Pada awalnya, gaya hippie muncul sebagai protes atas peperangan yang sering terjadi, yang kemudian semakin mempengaruhi mode utama, sehingga membawa mahkota bunga kembali menjadi kebudayaan di pesta pernikahan.

 

Mahkota Bunga Era Sekarang

Jadi sudah pahamkah kamu mengapa mahkota bunga selalu menjadi trending topic? Selain fakta bahwa mahkota bunga telah menjadi simbol cinta, kesuburan dan perayaan sepanjang sejarah dan di seluruh dunia, mereka begitu mudah untuk dibuat. Buat mahkota sesimpel yang kamu inginkan, seperti dari bunga yang mudah untuk dipetik dan dirangkai. Lalu sematkan pada bagian rambut indahmu.